Hotline
Sejarah Situ Cileunca
AdminSenin, 24 Oktober 2011 11:02 WIB
Sejarah Situ Cileunca
Dari sekian banyak danau buatan di sekitar Bandung, Situ Cileunca adalah salah satu yang masih bisa dinikmati keberadaannya. Seandainya Situ ini ada di tengah-tengah kota Bandung, mungkin nasibnya akan sama dengan Situ Aksan yang sekarang sudah jadi kawasan perumahan. Dalam bahasa Indonesia, Situ artinya danau. Menurut penduduk sekitar, dahulu banyak terdapat pohon Leunca di daerah yang sekarang jadi situ, karenanya danau tersebut dinamakan Situ Cileunca.
Situ Cileunca terletak di Pangalengan, Bandung selatan. Danau ini merupakan danau buatan yang dibangun di atas kawasan milik pribadi seorang Belanda bernama “Kuhlan”. Belanda membangun Situ Cileunca selama tujuh tahun lamanya yaitu sejak 1919-1926 dengan membendung sungai disana. Luasnya sekitar 180 Ha. Selama pembangunan, Situ yang diapit oleh dua desa yaitu Warnaan dan Pulosari tersebut, Belanda menyewa dua orang pintar untuk bekerja sebagai mandor, yaitu juragan Arya dan Mahesti Maka.

dapat dikatakan listrik pertama kali bisa dinikmati oleh penduduk dan para Pleangerplanters di Pangalengan. Dalam menjalankan usaha pabrik tehnya, mereka membutuhkan energi listrik. Oleh karena itu, salah satu alasan membangun bendungan Situ Cileunca adalah untuk membangun jaringan listrik untuk wilayah Pangalengan hingga Bandung. Air Situ Cileunca menjadi modal penggerak turbin tiga PLTA utama di Pangalengan melalui sungai buatan juga yang bernama sungai Palayangan. PLTA tersebut bernama Plengan, Lamajan, dan CiKondang. PLTA Plengan dahulu merupakan salah satu sumber listrik kota Bandung di jaman kolonial sekaligus sebagai cadangan sumber air bersih kota Bandung.

Danau seluas lembah Gasibu Bandung ini memiliki kapasitas 9,89 juta m3 air. Saat ini selain untuk keperluan jaringan listrik, keberadaannya sering dijadikan sebagai objek wisata. Sekedar menikmati pandangan pegunungan dan perbukitan teh hingga berperahu hingga ke pulau seberang dan memetik buah arbei atau strawberry. Airnya yang mengalir di sungai Palayangan juga dimanfaatkan untuk wisata arung jeram.

Cobalah mampir sesekali untuk berperahu keliling danau. Tinggal patungan aja dengan keluarga atau teman-teman untuk harga sewa satu perahu yang muat sampai 10-15 orang, Rp 70.000.

Penulis: Nurul Wachdiyyah

Sumber: mahanagari.com


KirimEmail Print PDFPDF ArsipArchive RSSRSS
All About Bandung
  • Sejarah Situ Cileunca
    Sejarah Situ Cileunca
    Belanda membangun Situ Cileunca selama tujuh tahun lamanya yaitu sejak 1919-1926 dengan membendung sungai disana. Luasnya sekitar 180 Ha. Selama pembangunan, Situ yang diapit oleh dua desa yaitu Warnaan dan Pulosari tersebut, Belanda menyewa dua orang pintar untuk bekerja sebagai mandor, yaitu juragan Arya dan Mahesti Maka.
  • Menikmati Braga dari Perancis
    Menikmati Braga dari Perancis
    Braga. Sebuah kawasan beraroma sejarah di Bandung. Aroma macet juga ada, aroma jalan rusak apalagi. Di Braga selain ada banyak bangunan tua yang bisa dilihat, kita bisa juga belanja makanan disini. Ada beberapa resto tua yang berdiri saat pemerintah Belanda masih berkuasa di Bandung.
Jl. Ir. H. Juanda no. 129 Bandung West Java - Indonesia 40132
email: geulishotel@geulis-hotel.com